Nasional 3 mnt baca

Puting Beliung Terjang Kecamatan Kepung, 81 Rumah Dan Satu Fasilitas Umum Rusak

R
R. Syarif Umar Al Faruq P Diterbitkan pada 05 Nov 2026, 02:03 WIB
Puting Beliung Terjang Kecamatan Kepung, 81 Rumah Dan Satu Fasilitas Umum Rusak

Banaspatnetseven.com || KEDIRI – Hujan belum turun, tetapi angin kencang tiba-tiba menyapu kawasan permukiman warga di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Peristiwa angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB itu menyebabkan sedikitnya 81 rumah warga dan satu fasilitas umum mengalami kerusakan.

Wilayah yang terdampak meliputi Dusun Kepung Barat dan Kepung Tengah, Desa Kepung, Kecamatan Kepung. Selain merusak bangunan, terjangan angin juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di halaman rumah maupun beberapa ruas jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika cuaca di kawasan tersebut dalam kondisi mendung. Tidak lama kemudian, angin berkecepatan tinggi menerjang permukiman sehingga sejumlah bagian bangunan rumah warga mengalami kerusakan. Pohon-pohon yang tumbang turut menghambat akses jalan dan aktivitas masyarakat.

Mendapat laporan kejadian tersebut, jajaran Polres Kediri bersama Polsek Kepung, TNI, BPBD Kabupaten Kediri, pemerintah desa, dan unsur relawan segera bergerak melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif turut meninjau langsung kondisi wilayah dan warga yang terdampak. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kasat Lantas AKP Fauzan Zikra, Kasat Samapta AKP I Nyoman Sugita, serta Kapolsek Kepung AKP Rudi Darmawan.

Kapolres menjelaskan, kehadiran petugas di lapangan bertujuan memastikan kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascabencana. Bersama unsur terkait, petugas melakukan pendataan kerusakan, membantu membersihkan puing bangunan, serta menyingkirkan pohon tumbang yang menghalangi jalan.

"Kami turun langsung untuk memastikan kondisi warga yang terdampak bencana sekaligus melihat kebutuhan penanganan di lapangan. Kami bersama TNI, BPBD, pemerintah desa, dan relawan bergerak membantu warga, mulai dari pendataan hingga membersihkan puing-puing dan pohon tumbang," tutur AKBP Wahyudin Latif.

Proses penanganan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga 17.30 WIB. Petugas gabungan bersama masyarakat dan relawan bergotong royong membersihkan material bangunan serta batang pohon yang berserakan. Upaya tersebut dilakukan agar akses jalan kembali dapat dilalui dan kegiatan warga berangsur normal.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kediri, jumlah bangunan yang terdampak mencapai sekitar 81 rumah warga dan satu fasilitas umum. Meski kerusakan tersebar di sejumlah titik, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selain itu, seluruh rumah yang terdampak dilaporkan masih dapat ditempati. Dengan demikian, tidak ada warga yang harus meninggalkan rumah atau mengungsi akibat bencana tersebut.

Sementara itu, penghitungan kerugian materiil masih berlangsung. Petugas masih memprioritaskan pendataan tingkat kerusakan fisik bangunan untuk memperoleh gambaran dampak bencana secara menyeluruh.

Kapolres menyampaikan rasa syukur karena peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya selama masa pancaroba ketika perubahan kondisi cuaca dapat terjadi secara cepat.

Penanganan bencana ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD Kabupaten Kediri, Koramil Kepung, FKDM Kepung, PMI Kabupaten Kediri Pos Pare, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK), Basarda Lereng Kelud, Tagana, Tapi Rescue, serta personel Polsek Kepung dan Koramil Kepung.

Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana. Menurutnya, kerja sama antara kepolisian, TNI, BPBD, pemerintah desa, relawan, dan warga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat serta risiko terhadap keselamatan masyarakat dapat ditekan.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika cuaca mendung disertai angin kencang, menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berpotensi roboh, serta segera melaporkan kondisi berbahaya kepada petugas setempat. Kesiapsiagaan bersama menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana.

 

Jurnalis: Mohamad Yunus

Bagikan Artikel Ini

Sebarkan informasi dan artikel ini kepada publik.