Rakerda Golkar Kota Kediri Perkuat Konsolidasi Organisasi, Bidik Tujuh Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Rakerda Golkar Kota Kediri Perkuat Konsolidasi Organisasi, Bidik Tujuh Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Banaspatnetseven.com || KEDIRI KOTA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Kediri menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai forum konsolidasi organisasi sekaligus menerjemahkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke dalam program kerja yang lebih konkret. Agenda tersebut juga menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi Pemilu 2029, termasuk penguatan struktur, regenerasi, keterwakilan perempuan, serta peningkatan perolehan kursi legislatif.
Rakerda berlangsung pada Jumat (21/8/2026) di Kantor DPD Partai Golkar Kota Kediri, Jalan Super Semar Nomor 43, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Jawa Timur. Kegiatan diikuti jajaran pengurus DPD, pimpinan kecamatan, organisasi sayap partai, serta kader Partai Golkar Kota Kediri.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja, S.E., menjelaskan bahwa Rakerda memiliki fungsi penting untuk menjabarkan berbagai mandat strategis yang telah ditetapkan melalui Musda agar dapat diterapkan menjadi agenda kerja partai di daerah.
“Makna Rakerda adalah merumuskan agenda-agenda strategis yang telah ditetapkan dalam Musda. Mandat-mandat Musda itu diterjemahkan secara konkret dalam proses Rakerda ini,” ujar Sudjono.
Menurutnya, konsolidasi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur internal partai, tetapi juga memastikan setiap program dapat memberikan manfaat serta memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu perhatian utama DPD Partai Golkar Kota Kediri adalah memperluas keterlibatan generasi muda. Sudjono mengatakan bonus demografi menjadi salah satu pertimbangan partai dalam memberikan ruang lebih besar kepada anak muda untuk terlibat dalam kepengurusan maupun kegiatan politik.
Ia menyebut hampir 40 persen struktur Partai Golkar di tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota telah diisi kalangan muda. Sementara di tingkat Partai Golkar Jawa Timur, keterlibatan generasi muda disebut mencapai hampir 50 persen.
“Menjadi strategis buat Partai Golkar untuk memosisikan sebagai partainya anak muda,” katanya.
Sudjono menegaskan, keberpihakan kepada generasi muda tidak cukup disampaikan dalam bentuk slogan. Partai Golkar, kata dia, berupaya menerjemahkannya melalui sejumlah kegiatan, seperti olahraga mini soccer, pendidikan politik dan ideologi Partai Golkar, serta lomba mars Golkar yang melibatkan pelajar SMA.
“Golkar hari ini adalah partai yang mempunyai keberpihakan kepada kalangan anak muda. Program-program kita selalu bersinggungan dengan anak-anak muda,” tegasnya.
Selain regenerasi, Sudjono juga menekankan pentingnya pemenuhan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Ia menyebut regenerasi kepemimpinan juga terus didorong dengan memberikan kesempatan kepada kader muda untuk menduduki posisi strategis di berbagai organisasi.
Menghadapi Pemilu 2029, seluruh jajaran Partai Golkar Kota Kediri akan diarahkan untuk meningkatkan capaian politik di setiap tingkatan.
“Nanti kita akan dorong semua jajaran, semua level di Partai Golkar ini akan naik kelas,” ujar Sudjono.
Ia menegaskan bahwa strategi mendekati generasi muda harus dibuktikan melalui kerja nyata. “Kerjanya tuh untuk anak muda,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, H. Ali Mufthi, menyampaikan bahwa Rakerda juga menjadi tindak lanjut konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Penguatan struktur tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan partai dalam menyerap aspirasi sekaligus meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.
Ali Mufthi mengatakan struktur organisasi telah dibentuk di tingkat kecamatan dan desa. Di tingkat kecamatan maupun desa, struktur disebut diisi sekitar 25 anggota. Struktur tersebut telah terbentuk di 46 desa.
Dengan penguatan tersebut, Partai Golkar Kota Kediri memasang target peningkatan perolehan kursi DPRD Kota Kediri dari lima kursi menjadi minimal tujuh kursi pada Pemilu 2029.
“Dengan semangat Golkar ke depan, yang tadinya lima kursi, Insya Allah bisa minimal tujuh kursi,” kata Ali Mufthi.
Bahkan, target tersebut diharapkan dapat membawa Partai Golkar menjadi partai yang memimpin DPRD Kota Kediri.
“Target kita nanti minimal tujuh kursi dari lima itu dan mudah-mudahan bisa maksimal menjadi ketua DPRD Kota Kediri,” ujarnya.
Ali Mufthi juga menilai keberadaan pengurus di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara struktur di bawahnya dengan organisasi partai. Pengurus kecamatan diharapkan mampu mengoordinasikan kepengurusan di tingkat kelurahan dan desa sekaligus menghimpun aspirasi masyarakat.
“Itu sangat penting karena nanti membawahi banyak kelurahan. Dengan adanya kecamatan, bisa mengoordinasikan yang tadinya dari desa untuk disampaikan ke kecamatan,” jelasnya.
Dalam agenda regenerasi, Partai Golkar Jawa Timur juga memberikan perhatian terhadap kalangan muda. Ali Mufthi mencontohkan Ketua AMPI yang baru disebut masih berusia sekitar 20 tahun dan berstatus mahasiswa tingkat dua.
“Kita harus merubah anak muda. Insya Allah kita sudah merubah anak muda. Ketua AMPI kita yang baru juga usianya masih 20,” ungkapnya.
Selain anak muda, keterwakilan perempuan juga menjadi bagian dari strategi penguatan organisasi. Komposisi perempuan ditargetkan berada pada kisaran 30 hingga 40 persen.
“Kita juga menyasar selain anak muda, juga perempuan yang nantinya Insya Allah minimal 30 sampai 40 persen diisi kaum hawa,” ujarnya.
Penguatan organisasi juga akan dibarengi konsolidasi rutin. Pengurus kecamatan diarahkan menggelar pertemuan minimal setiap tiga bulan, sedangkan struktur di tingkat desa ditargetkan melakukan pertemuan sekitar dua hingga empat kali dalam setahun.
Menurut Ali Mufthi, pertemuan berkala diperlukan untuk menjaga soliditas sekaligus mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kita memang untuk mesin partai, kita panasin tiap dua atau tiga bulan untuk bisa menyasar ke masyarakat, apa kepentingan masyarakat yang bisa kita bantu,” katanya.
Aspirasi yang dihimpun melalui struktur partai selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah daerah, terutama terkait kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.
Di bidang sosial, Partai Golkar juga menyampaikan rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri melalui sejumlah program, di antaranya bedah rumah dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan sesuai kriteria penerima.
“Kita juga kolaborasi sama Pemerintah Kota Kediri dalam program sosial. Mulai nanti ada bedah rumah dan bantuan dari DPP yang bisa membantu masyarakat yang perlu dibantu,” ujar Ali Mufthi.
Harapan terhadap penguatan kolaborasi tersebut juga disampaikan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Ia mengapresiasi peran Partai Golkar sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat serta mengawal pembangunan Kota Kediri agar semakin maju dan sejahtera.
Rakerda kemudian menjadi ruang bagi para peserta untuk membahas evaluasi program, penguatan struktur organisasi dan strategi pelaksanaan agenda partai ke depan. Seluruh peserta juga menegaskan komitmen menjaga soliditas serta meningkatkan sinergi dalam menjalankan program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Kegiatan berlangsung tertib dan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kekompakan seluruh jajaran dan kader Partai Golkar Kota Kediri.
Konsolidasi organisasi diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguatan internal partai, tetapi juga mampu memperluas ruang penyerapan aspirasi masyarakat. Setiap program sosial dan kegiatan kemasyarakatan diharapkan dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
Jurnalis: Mohamad Yunus