Pendidikan 2 mnt baca

Kisah Khaidar Khamzah, Anak Petani yang Ditolak Kampus di Indonesia, Namun Diterima 13 Universitas Top Dunia

R
R. Syarif Umar Al Faruq P Diterbitkan pada 07 Aug 2026, 10:38 WIB
Kisah Khaidar Khamzah, Anak Petani yang Ditolak Kampus di Indonesia, Namun Diterima 13 Universitas Top Dunia

 

Kisah Khaidar Khamzah, Anak Petani yang Ditolak Kampus di Indonesia, Namun Diterima 13 Universitas Top Dunia

 

Berita BanaspatiNetSeven.com ][ Brebes - Di sebuah desa sederhana di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, lahirlah kisah inspiratif seorang anak petani bernama Muhammad Khaidar Khamzah. Berasal dari keluarga yang hidup dengan penghasilan pas-pasan, Khaidar tidak pernah menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan untuk menyerah mengejar pendidikan.

Ayahnya bekerja sebagai petani, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga. Dengan tekad kuat dan semangat belajar yang tinggi, Khaidar berhasil menorehkan berbagai prestasi akademik selama menempuh pendidikan di MAN 1 Brebes.

Perjalanan menuju perguruan tinggi tidak selalu berjalan mulus. Khaidar sempat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia, namun gagal memperoleh kursi yang diimpikannya. Penolakan itu sempat menjadi pukulan, tetapi tidak memadamkan semangatnya untuk terus berusaha.

Melalui program Beasiswa Indonesia Maju (BIM), Khaidar kemudian mengikuti serangkaian seleksi ketat, mulai dari administrasi, tes akademik, hingga wawancara dalam bahasa Inggris. Hasilnya di luar dugaan. Ia berhasil memperoleh surat penerimaan dari 13 universitas bergengsi dunia di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia.

Dari berbagai pilihan tersebut, Khaidar akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di University of Toronto, Kanada, dengan mengambil jurusan ekonomi. Ia berharap ilmu yang diperolehnya kelak dapat digunakan untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan dan perekonomian Indonesia.

Di balik prestasi gemilang itu, Khaidar juga pernah mengalami perundungan saat masih bersekolah. Namun pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.

Kisah Khaidar menjadi pengingat bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan. Dengan kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus mencoba, seorang anak petani dari Brebes mampu membuka pintu menuju kampus-kampus terbaik di dunia.

 

Redaksi

Bagikan Artikel Ini

Sebarkan informasi dan artikel ini kepada publik.