Diduga Ada Ketidaksesuaian Transaksi Pertalite di SPBU 54.641.31 Adan-Adan Gurah, Konsumen Minta Klarifikasi
Banaspatnetseven.com || Kediri – Seorang konsumen mengaku menemukan dugaan ketidaksesuaian antara nominal pembayaran dan jumlah BBM jenis Pertalite yang tercatat dalam transaksi di SPBU 54.641.31 Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Persoalan tersebut menjadi perhatian setelah konsumen meminta klarifikasi kepada pihak SPBU terkait pengisian kendaraan miliknya.
Konsumen bernama Candra menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, Candra menggunakan mobil Daihatsu Sigra warna abu-abu dengan nomor polisi W 1864 CO dan bermaksud membeli Pertalite sebanyak 10 liter.
Candra mengaku menyerahkan uang tunai Rp100 ribu kepada petugas untuk transaksi tersebut. Namun, sehari setelah pengisian, Jumat (7/8/2026), kendaraan yang hendak digunakan disebut mengalami kesulitan saat dinyalakan. Candra juga merasa BBM di dalam kendaraan lebih cepat habis dibandingkan biasanya.
Kondisi tersebut kemudian membuat Candra mengecek riwayat transaksi melalui aplikasi MyPertamina. Dari pengecekan tersebut, ia mengaku mendapati catatan transaksi hanya sekitar 3 liter, bukan 10 liter sebagaimana jumlah BBM yang menurutnya diminta saat melakukan pengisian dengan pembayaran Rp100 ribu.
Merasa terdapat perbedaan antara transaksi yang diketahuinya dengan catatan digital, Candra kemudian mendatangi SPBU 54.641.31 Adan-Adan Gurah pada Sabtu (8/8/2026) untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta penjelasan.
Dalam proses klarifikasi, Candra bertemu dengan Budi yang disebut sebagai supervisor SPBU. Pihak SPBU kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk menelusuri transaksi kendaraan bernomor polisi W 1864 CO.
Menurut keterangan Candra mengenai hasil pemeriksaan tersebut, pihak SPBU membenarkan adanya transaksi Pertalite sekitar Rp30 ribu atau kurang lebih 3 liter yang tercatat menggunakan nomor polisi W 1864 CO.
Candra juga menyebut operator yang melayani transaksi memberikan penjelasan mengenai dugaan kesalahan penggunaan barcode. Menurut penjelasan yang diterimanya, terjadi kekeliruan antara barcode kendaraan mobil dengan barcode kendaraan sepeda motor. Operator tersebut juga disebut mengakui adanya kesalahan dalam transaksi.
Candra menyayangkan apabila transaksi yang tercatat hanya sekitar Rp30 ribu, sementara uang yang telah diserahkan kepada petugas mencapai Rp100 ribu. Ia mempertanyakan mengapa selisih pembayaran tersebut tidak dikembalikan apabila memang jumlah pengisian hanya sekitar 3 liter.
"Kalau memang yang diisi hanya sekitar Rp30 ribu, seharusnya ada pengembalian dari uang Rp100 ribu yang saya serahkan," ujar Candra.
Imam, rekan Candra yang disebut berada sebagai sopir saat kejadian, turut menyampaikan bahwa persoalan tersebut perlu mendapat perhatian dan diklarifikasi secara terbuka.
Menurut Imam, dirinya juga melihat adanya sejumlah ulasan konsumen dengan penilaian kurang baik pada halaman Google Maps SPBU tersebut. Ia menyebut terdapat keluhan yang menurutnya memiliki kemiripan, khususnya terkait dugaan ketidaksesuaian antara nominal pembayaran dan jumlah BBM yang diterima konsumen.
"Menurut saya, konsumen memang harus lebih teliti. Saat mengisi BBM, angka di meter pompa harus dilihat dan dicocokkan dengan uang yang dibayarkan. Kalau ada perbedaan, sebaiknya langsung ditanyakan saat itu juga supaya bisa segera diklarifikasi," ujar Imam.
Namun demikian, dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai bentuk kesengajaan maupun praktik pemotongan transaksi. Informasi mengenai persoalan ini masih berdasarkan keterangan Candra serta hasil klarifikasi yang disampaikannya terkait pemeriksaan CCTV di lokasi.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola SPBU 54.641.31 mengenai keseluruhan kronologi, penyebab perbedaan pencatatan transaksi, maupun langkah penyelesaian yang akan dilakukan. Pihak yang disebut dalam laporan konsumen tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas persoalan tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih teliti ketika melakukan pengisian BBM, terutama transaksi yang menggunakan barcode maupun aplikasi digital. Konsumen disarankan memperhatikan angka pada meter dispenser sejak awal pengisian, mencocokkan jumlah liter dengan nominal pembayaran, serta memastikan bukti transaksi sesuai sebelum meninggalkan SPBU.
Masyarakat juga diimbau segera menyampaikan keluhan kepada petugas atau pengelola apabila menemukan ketidaksesuaian. Setiap persoalan sebaiknya ditelusuri berdasarkan bukti transaksi, rekaman CCTV, serta data digital yang tersedia agar dapat diketahui secara jelas.(yns)