Bertemu BEM Kediri Raya, Kapolres Kediri Kota Tegaskan Polisi Siap Kawal Aspirasi
Bertemu BEM Kediri Raya, Kapolres Kediri Kota Tegaskan Polisi Siap Kawal Aspirasi
Banaspatnetseven.com || Kediri Kota – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menerima audiensi perwakilan BEM Kediri Raya (BKR) di Ruang Bale Sekartaji Polres Kediri Kota, Selasa (18/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan mahasiswa untuk memperkuat komunikasi, membahas dinamika sosial, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Kediri.
Audiensi yang berlangsung sekitar satu jam itu dihadiri Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif M., S.T.K., S.I.K., serta Kanit III Sat Intelkam Ipda Didik Tarwanto.
Dari unsur mahasiswa, hadir Koordinator Daerah BEM Kediri Raya Faiq Taufiqurrohman bersama sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Kediri.
Kapolres menyambut positif kedatangan mahasiswa dan menilai komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan kelompok mahasiswa perlu terus dijaga. Menurutnya, kolaborasi kedua pihak dapat menjadi salah satu upaya mempertahankan suasana Kota Kediri agar tetap aman dan kondusif.
“Kami berharap teman-teman bisa saling berkolaborasi dan bersama-sama menciptakan situasi Kota Kediri yang kondusif,” ujar AKBP Kresno Wisnu Putranto.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres juga menegaskan bahwa kepolisian siap memberikan pengamanan terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di ruang publik. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut harus tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kapolres menilai mahasiswa mempunyai posisi penting dalam kehidupan demokrasi, khususnya sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. Kritik maupun penyampaian pendapat, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus diberikan ruang.
“Kami sebagai alat negara mengawal kebijakan pemerintah, sedangkan teman-teman mahasiswa memiliki peran sebagai pengendali kebijakan pemerintah. Apabila ada kebijakan yang dinilai kurang efektif, di situlah peran mahasiswa untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Meski demikian, Kapolres meminta agar setiap aksi penyampaian aspirasi tetap dilaksanakan secara tertib. Ia mengingatkan adanya kemungkinan pihak lain memanfaatkan kegiatan mahasiswa untuk kepentingan tertentu hingga memunculkan kericuhan maupun gesekan.
Karena itu, Kapolres mengajak mahasiswa dan kepolisian membangun komunikasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang menunggangi aksi.
“Kami siap mengawal pendapat rekan-rekan. Mari kita sama-sama menjaga komunikasi. Kalau ada pihak yang menjadi penumpang gelap dan memicu gesekan, mari kita identifikasi bersama,” katanya.
Dalam sesi dialog, BEM Kediri Raya menyampaikan sejumlah aspirasi dan pertanyaan mengenai berbagai persoalan. Topik yang dibahas antara lain penanganan aksi unjuk rasa, kebijakan pemerintah pusat, pembangunan jalan tol di wilayah Kediri, serta sejumlah kondisi sosial kemasyarakatan.
Koordinator BKR Faiq Taufiqurrohman turut menanyakan langkah kepolisian dalam menyikapi dinamika aksi yang pernah berlangsung di Kediri pada Agustus tahun sebelumnya. Sementara itu, perwakilan mahasiswa bernama Richardo menyampaikan harapan agar kepolisian dapat memberikan pengamanan ketika mahasiswa menyampaikan aspirasi sehingga kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.
Menanggapi aspirasi tersebut, AKBP Kresno kembali menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat merupakan bagian dari tugas kepolisian.
“Kami berkomitmen mengawal teman-teman semua ketika menyampaikan aspirasi di muka umum,” ungkapnya.
Kapolres juga mengajak seluruh pihak melakukan evaluasi secara bersama-sama. Ia membuka ruang komunikasi apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas kepolisian dan menyatakan kesediaannya menerima kritik maupun masukan.
“Kalau kami punya kesalahan, kami juga siap diingatkan,” tambahnya.
Menurut Kapolres, karakter masyarakat Kota Kediri yang guyub, ramah dan toleran merupakan modal sosial yang perlu dipertahankan. Ia mengaku merasakan suasana tersebut selama menjalankan tugas di Kota Kediri.
“Selama sekitar 20 hari saya bertugas di Kediri, kami merasa nyaman karena masyarakatnya ramah dan guyub. Sayang kalau kota yang damai seperti ini dirusak oleh sekelompok orang,” tuturnya.
Selain persoalan keamanan dan aksi penyampaian pendapat, mahasiswa juga menyampaikan perhatian terhadap berbagai persoalan sosial dan kesehatan masyarakat. Mereka berharap kepolisian bersama seluruh unsur masyarakat dapat meningkatkan edukasi serta langkah pencegahan terhadap persoalan yang berpotensi memberikan dampak negatif bagi generasi muda.
Pertemuan tersebut ditutup dengan apresiasi dari BEM Kediri Raya atas keterbukaan Kapolres Kediri Kota dalam menerima dan berdialog langsung dengan mahasiswa. BKR berharap komunikasi serta kerja sama dengan kepolisian dapat terus dikembangkan, terutama dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan aspirasi mahasiswa dapat disampaikan secara baik kepada pemerintah.
Mahasiswa dan masyarakat diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, bertanggung jawab, serta sesuai ketentuan hukum. Perbedaan pendapat hendaknya disampaikan melalui komunikasi yang terbuka tanpa melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan atau mengganggu keamanan dan ketertiban bersama.
Sumber: Humas Polresta Kediri
Jurnalis: Mohamad Yunus