Politik
1 mnt baca
Astina Hari Ini
S
Sulis Nova fadli
Diterbitkan pada 12 Jul 2026, 11:32 WIB
Astina Hari Ini
Astina hari ini
tak lahir begitu saja.
Ia tumbuh
setiap kali meja perjudian
dibiarkan lebih ramai
daripada suara hati.
Seandainya transaksi perjudian
mampu dicegah sejak awal,
mungkin Astina
tak akan sebesar ini.
Namun lihatlah kini.
Astina bukan hanya
dikuasai para Kurawa
yang rakus akan kuasa.
Ia juga dipenuhi
hawa nafsu
perkumpulan para maling,
yang saling berbagi topeng,
bergantian berkhotbah tentang moral,
sementara tangan mereka
sibuk menghitung keuntungan.
Hukum menjadi dadu,
keadilan sekedar taruhan,
dan kebenaran
sering kalah sebelum permainan dimulai.
Yang kalah
bukan hanya mereka
yang kehilangan harta.
Yang paling menderita
adalah rakyat
yang terus dipaksa percaya
bahwa semua ini
demi ketertiban,
padahal yang dijaga
hanyalah kenyamanan
mereka yang menikmati meja permainan.
Astina tak pernah runtuh
karena sedikit orang jahat.
Ia berdiri kokoh
karena terlalu banyak
orang baik
memilih diam.
Dan selama kerakusan
lebih dihormati daripada kejujuran,
selama uang
lebih sakti daripada nurani,
Astina akan terus diwariskan
bukan sebagai kerajaan,
melainkan sebagai kebiasaan.
Red:(AGF)