Umum 3 mnt baca

Aliansi Warga Terate Gelar Aksi Damai di Kediri, Dorong Klarifikasi dan Pemberitaan yang Berimbang

S
Sulis Nova fadli Diterbitkan pada 14 Jul 2026, 23:22 WIB
Aliansi Warga Terate Gelar Aksi Damai di Kediri, Dorong Klarifikasi dan Pemberitaan yang Berimbang
Aliansi Warga Terate Gelar Aksi Damai di Kediri, Dorong Klarifikasi dan Pemberitaan yang Berimbang Berita Banaspatinetseven.com || Kota Kediri - Ratusan anggota Aliansi Warga Terate menyampaikan aspirasi secara damai di depan kantor Media Kediri Tangguh yang berlokasi di Jalan Semeru, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Selasa (14/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keberatan terhadap pemberitaan yang dinilai kurang berimbang dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Sekitar 100 peserta aksi mulai berkumpul di kawasan Bundaran Sekartaji sejak pukul 09.00 WIB sebelum bergerak menuju lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, massa membawa sejumlah spanduk, banner, serta perangkat pengeras suara guna menyampaikan aspirasi secara terbuka dan tertib. Aksi dipimpin Koordinator Ahmad Zuhrohzy bersama Sekretaris Andre Ashariyanto dengan pengamanan dari jajaran Polres Kediri Kota sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Dalam orasinya, perwakilan massa Syaiful Iskak menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah mengawal jalannya aksi serta menjaga situasi tetap aman. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan apabila kegiatan tersebut sempat mengganggu aktivitas maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi. Menurutnya, Aliansi Warga Terate tetap menghormati profesi jurnalis dan menempatkan pers sebagai salah satu pilar penting demokrasi. Namun demikian, ia berharap setiap produk jurnalistik senantiasa mengedepankan prinsip verifikasi, keberimbangan informasi, objektivitas, serta profesionalisme. Salah satu poin yang menjadi perhatian massa ialah pemberitaan terkait insiden pecahnya kaca rumah warga di wilayah Banyakan yang mencantumkan nama organisasi PSHT. Menurut peserta aksi, penyebutan tersebut dinilai belum didukung proses verifikasi yang menyeluruh sehingga berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Selain meminta klarifikasi dan penjelasan, massa juga meminta agar pemberitaan yang dipersoalkan dapat ditinjau ulang serta dilakukan koreksi apabila ditemukan informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Setelah penyampaian aspirasi selesai, dilakukan dialog dan mediasi antara perwakilan massa dengan pihak Media Kediri Tangguh guna mencari solusi secara damai dan menghindari berkembangnya polemik di masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Redaksi Media Kediri Tangguh, Nanang Priyo Basuki, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan akibat pemberitaan tersebut. Ia mengakui bahwa sebagai manusia dirinya tidak luput dari kekhilafan dan kesalahan serta berharap persoalan tersebut tidak merusak hubungan baik maupun tali silaturahmi yang telah terjalin selama ini. Selain menyampaikan permintaan maaf, pihak media juga menyatakan kesediaannya untuk melakukan penyesuaian sekaligus menghapus pemberitaan maupun tautan yang menjadi keberatan sejumlah pihak di berbagai platform digital yang dimiliki. Nanang juga menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya belum memahami adanya perbedaan kepengurusan dalam organisasi PSHT sehingga menimbulkan kesalahpahaman dalam pemberitaan yang dimuat. Menanggapi hal tersebut, Andre Ashariyanto mengapresiasi langkah kooperatif yang ditunjukkan pihak media melalui klarifikasi, permohonan maaf, serta kesediaan menurunkan pemberitaan yang menjadi polemik. Menurutnya, dialog dan komunikasi merupakan jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dalam suasana penuh kekeluargaan dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi, memperkuat sinergi, serta mempertahankan situasi Kota Kediri agar tetap aman, damai, dan kondusif. Masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan klarifikasi, komunikasi yang baik, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun konflik sosial di tengah masyarakat.lRed:(yns)

Bagikan Artikel Ini

Sebarkan informasi dan artikel ini kepada publik.