VIRAL: Curhat Pilu Kader Muhammadiyah Sejak Kecil, Pertanyakan Sikap "Diam" Pimpinan di Lingkaran Kekuasaan
Berita BanaspatiNetSeven.com Sebuah video curahan hati dari seorang pria yang mengaku sebagai kader tulen Muhammadiyah belakangan ini menyita perhatian publik di media sosial. Dalam video yang beredar, pria tersebut menyampaikan kritik tajam namun emosional, mempertanyakan sikap pimpinan Muhammadiyah yang dinilainya terlalu diam dalam merespons berbagai persoalan krusial di tanah air saat ini.
Mengawali videonya, pria tersebut menegaskan dedikasi dan rekam jejaknya yang tak terpisahkan dari persyarikatan. Ia menceritakan bahwa dirinya lahir dan dibesarkan di lingkungan Muhammadiyah. Pendidikan dari bangku SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dari jenjang S1 hingga S3, semuanya ia tempuh di bawah naungan institusi Muhammadiyah.
Bahkan, ia mengibaratkan kesetiaannya yang mendalam dengan menyebut, “Darah saya ini kalau diambil mungkin juga warnanya hijau Muhammadiyah.”
Namun, kecintaannya yang besar itu kini diselimuti oleh rasa gelisah.
Dengan nada penuh hormat kepada jajaran pimpinan pusat yang sedang menjabat, ia mempertanyakan mengapa organisasi yang membesarkannya itu seolah bungkam terhadap isu-isu publik, terutama ketika ada menteri-menteri dari kader Muhammadiyah yang tengah menempati posisi strategis di pemerintahan.
Dalam kritiknya, ia menyoroti secara spesifik beberapa krisis yang terjadi. Mulai dari masalah kebakaran hutan hingga kasus keracunan pada program kementerian terkait (MBG), di mana menteri-menterinya disebut berasal dari Muhammadiyah. Meskipun ia mengakui kehebatan dan keahlian para tokoh tersebut—termasuk menteri pendidikan—ia sangat menyayangkan absennya suara kritis dari tubuh Muhammadiyah saat mereka seharusnya bersuara lantang.
Puncak dari kegelisahannya bermuara pada satu pertanyaan reflektif yang menohok terkait relasi Muhammadiyah dan pemerintah: “Jika ini harga yang harus dibayar oleh Muhammadiyah ketika mendekat kepada kekuasaan, apakah tidak lebih baik Muhammadiyah mengambil jarak dari kekuasaan?”
Di akhir videonya, pria tersebut menegaskan bahwa teguran yang ia sampaikan bukanlah bentuk serangan, melainkan murni lahir dari rasa cinta dan kepedulian yang mendalam. Ia menyatakan bahwa curhatan tersebut adalah wujud kekhawatiran nyata dari seorang kader yang merindukan independensi organisasinya tetap terjaga.
Video di komentar
#Muhammadiyah #keracunanMBG #kader #kebakaranhutan
Redaksi : BanaspatiNetSeven.com