Nasional 2 mnt baca

Puluhan Siswa SMAN 3 Nganjuk Keracunan MBG, SPPG Berhenti Beroperasi

S
Sulis Nova fadli Diterbitkan pada 03 Sep 2026, 08:46 WIB
Puluhan Siswa SMAN 3 Nganjuk Keracunan MBG,  SPPG Berhenti Beroperasi

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung 2, Nganjuk terpantau berhenti beroperasi. SPPG tersebut berhenti beroperasi setelah mencuatnya kasus keracunan yang dialami sejumlah siswa SMAN 3 Nganjuk usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

 Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 11.40 WIB, SPPG Begadung 2 yang terletak di Jalan Widas, Kelurahan Begadung, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, tampak tertutup rapat. Seorang sekuriti terlihat menjaga pintu masuk.

"Maaf Pak. Media dilarang masuk," ungkap Wisnu, sekuriti yang bertugas di sana.

Selain melarang media masuk ke dalam, Wisnu juga tidak memperbolehkan wartawan memotret atau merekam bagian dalam SPPG. Dia mengatakan saat itu terdapat beberapa tamu penting yang sedang melakukan pemeriksaan.

"(SPPG) Tutup mulai hari ini tadi. Kalau sampai kapannya, saya kurang tahu. Saya hanya menjalankan tugas," tambahnya.

Saat ditanya mengenai keberadaan Kepala SPPG Begadung 2, Zaidan, Wisnu awalnya mengaku pimpinannya sedang berada di RSUD Nganjuk. Namun, dia akhirnya menyampaikan bahwa Zaidan sedang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Dari luar, tampak sejumlah orang sedang beraktivitas di dalam SPPG. Sebuah mobil pelat merah dengan nomor polisi L 1767 CP juga terparkir di depan SPPG. Petugas yang berada di dalam mobil tersebut mengaku berasal dari BBPOM Jatim di Surabaya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa dan guru SMA Negeri (SMAN) 3 Nganjuk menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9).Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk, Syamsudin menyebut bahwa jumlah korban yang tercatat hingga saat ini ada 49 orang. Salah satunya adalah guru perempuan.

"Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17 dan di RS Bhayangkara 12. Sementara jumlahnya 49 orang," ungkap Syamsudin.

Salah guru SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso membeberkan keracunan berawal saat menu MBG tiba di sekolah pada pukul 10.00 WIB. Namun beberapa jam kemudian, para siswa mengalami gejala keracunan.

"Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk ngambil. Anak-anak kemudian ambil dan makan. Kemudian jam dua (14.00 WIB) lebih, kok ada yang mual, ada yang pusing, ada yang muntah," ungkap Andik, salah guru SMAN 3 Nganjuk.

Para siswa yang mengalami gejala keracunan tersebut kemudian dilarikan ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan pertama(nov)

Bagikan Artikel Ini

Sebarkan informasi dan artikel ini kepada publik.