Lagi-lagi Program MBG Menorehkan Catatan Merahnya,Kali Ini di SMA Negeri 3 Nganjuk
Berita BanaspatiNetSeven.com ][ Nganjuk 2 September 2026 - Puluhan siswa SMA Negeri 3 Nganjuk diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dari keterangan salah seorang Guru, para Siswa-siswi mengonsumsi Menu MBG antara lain Nasi Goreng, Ayam Suwir, Telur Dadar yang diiris tipis-tipis, Acar Timun dan Wortel serta tahu bulat serta Buah Semangka. Diketahui gejala dirasakan para siswa sesat setelah menjalankan salat Dhuhur. Puluhan siswa dilaporkan mengalami pusing, mual hingga muntah.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah kemudian berkordinasi dengan pihak terkait melakukan penanganan dan mengevakuasi sejumlah siswa ke beberapa fasilitas kesehatan di sekitar Kota Nganjuk menggunakan puluhan ambulans.
Di perkirakan para siswa makan MBG sekitar pukul 10.00 WIB. Gejala pusing,mual dan muntah di rasakan oleh beberapa Siswa setelah salat Dhuhur.
Dan kemudian dibawa ke rumah sakit," ujar salah seorang guru.
Keterangan sementara, para siswa yang mengalami keluhan tersebut dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan.
Di antaranya RSUD Nganjuk, RSI Nganjuk dan RS Bhayangkara Nganjuk.
Tidak hanya siswa, ada salah seorang guru juga yang ikut mengonsumsi makanan MBG dan dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Sementara yang kami terima menyebutkan ada sekitar 94 siswa mengalami gejala pusing, mual dan muntah.
Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring hasil pemeriksaan dan pendataan terhadap siswa-siswi lainnya.
Situasi di SMAN 3 Nganjuk saat ini juga mendapat perhatian aparat penegak hukum (APH), Dokpol serta tim Inafis. Petugas terlihat mendatangi lingkungan sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel yang diperlukan.
Yang selanjutnya akan dilakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan yang dialami para siswa-siswi dan guru.
Hingga berita ini diturunkan
Kami belum mendapatkan kepastian apakah penyebab keracunan tersebut disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lainnya. Hasil dari pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Semoga dengan kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah, Penyelenggara dan Penyaji makanan yang katanya Bergizi, Higienis dan Mampu meningkatkan tumbuh kembang Anak-anak Indonesia.
Bagus Alfa