Kearifan Lokal Lereng Gunung Wilis di Batik Tulis Jatiwaras Nganjuk
Di lereng Gunung Wilis, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, terdapat rumah sederhana yang disulap menjadi sentra batik tulis. Tangan terampil pengrajin setiap harinya melukis kearifan lokal.
Kerajinan batik tulis itu dikelola olah Yatilah sejak Tahun 2012. Sejak saat itu, dia mulai belajar membuat motif batik untuk taplak. Lambat laun, hasil karyanya dituangkan dalam baju sampai sekarang.
"Saya rajin ikut pelatihan-pelatihan yang digelar Disperindag. Nama batik saya ini Jatiwaras," ungkap Yatilah, Minggu (23/8/2026).
Dibantu suaminya, Yatilah membuat berbagai motif batik, mengangkat kearifan lokal di desanya.
"Biasanya saya bikin motif jati, serat-serat jati. Sama buah pace, daun-daun. Saya lengkapi dengan motif kebun. Ada pula bunga-bunga. Pemandangan alam. Itu menggambarkan kearifan lokal sini.
Ada juga motif cabe. Karena warga di sini banyak menjadi petani cabe," tutur perempuan 58 tahun itu.
Menurutnya, batik tulis karyanya baru dipasarkan secara lokal di Kabupaten Nganjuk. Pemesanan biasanya datang dari beberapa kecamatan dan desa-desa tetangga.
"Kendala utama yaitu modal. Karena harapannya ke depan bisa berkembang. Harapannya ada yang mensupport modal dan pemasaran," tambah Yatilah.
Dia melanjutkan, perhatian yang dimaksud tentunya bukan untuk dirinya semata. Namun juga untuk seluruh anggota asosiasi batik yang ada di Nganjuk.
"Mungkin ada sebagian yang sudah punya modal dan berkembang. Tapi yang pengrajin seperti saya, ya kendalanya itu, modal," tandasnya.
Sentra batik milik Yatilah juga menjadi jujugan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kali ini, sejumlah mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) datang untuk belajar membuat batik tulis Jatiwaras(nov)