Kembali ke Beranda
Regional

Wakapolres Kediri Kota Hadiri Manusuk Sima, Puncak Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri

R
R. Syarif Umar Al Faruq P Diterbitkan: 28 Jul 2026 05:08 WIB
Wakapolres Kediri Kota Hadiri Manusuk Sima, Puncak Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri
Wakapolres Kediri Kota Hadiri Manusuk Sima, Puncak Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri Berita BanaspatiNetSeven.com ][ Kediri Kota – Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., mewakili Kapolres Kediri Kota, menghadiri Upacara Tradisi Manusuk Sima yang dirangkaikan dengan penyaluran santunan anak yatim melalui BLT DBHCHT Tahun 2026 di Tirtayasa Park, Jalan Ahmad Yani Nomor 123, Kota Kediri, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri. Tahun ini, peringatan mengusung tema "Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi." Tradisi Manusuk Sima dalam peringatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengenang perjalanan sejarah Kota Kediri yang berkaitan dengan Prasasti Kwak tahun 879 Masehi. Pelaksanaan kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan zaman. Wakapolres Kediri Kota hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah undangan lainnya. Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya serta memastikan seluruh rangkaian agenda daerah berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Wali Kota Kediri KH. Qowimmudin Thoha, S.Pd.I., jajaran Forkopimda, kepala instansi vertikal, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kegiatan juga diikuti sebanyak 1.402 penerima BLT Yatim DBHCHT Tahun 2026. Rangkaian acara diawali dengan penampilan musik gamelan dan tari penyambutan. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Upacara Adat Manusuk Sima, penyerahan Prasasti Kuwak kepada Wali Kota Kediri, serta penyampaian sambutan dari Wali Kota Kediri dan Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI. Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri menyampaikan bahwa Manusuk Sima tidak sekadar menjadi prosesi seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat perjalanan panjang sejarah Kota Kediri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan kolaborasi, merawat warisan budaya, memperkuat kerukunan, serta terus melahirkan inovasi untuk mendukung terwujudnya Kota Kediri yang MAPAN, yakni Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni. Sementara itu, Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI memberikan apresiasi terhadap konsistensi Pemerintah Kota Kediri dalam mempertahankan tradisi Manusuk Sima sebagai bagian dari upaya menjaga sejarah dan identitas budaya daerah. Kementerian Kebudayaan RI juga menyatakan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Kediri. Dukungan tersebut antara lain diarahkan melalui program revitalisasi museum dan penguatan upaya pelestarian cagar budaya. Selain prosesi adat, kegiatan diisi dengan sejumlah agenda lainnya. Di antaranya penyerahan Surat Keputusan Cagar Budaya Nasional Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri, penyerahan sertifikat cagar budaya, pemberian penghargaan kepada atlet berprestasi tingkat dunia, santunan BPJS Ketenagakerjaan, serta penyerahan secara simbolis BLT Yatim DBHCHT Tahun 2026 kepada 27 anak yatim yang didampingi jajaran Forkopimda, termasuk Wakapolres Kediri Kota. Kehadiran Wakapolres Kediri Kota dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan Polres Kediri Kota terhadap berbagai agenda pemerintah daerah. Polres Kediri Kota juga berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat diharapkan terus menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas Kota Kediri. Semangat kolaborasi antarelemen juga perlu dipertahankan agar pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi dan pembangunan daerah demi kepentingan generasi mendatang. (hms/yns)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan wawasan dan informasi ini kepada rekan-rekan Anda.